ini alasan kenapa kau harus lulus cepat diwaktu yang tepat ahdha..

Jumat, 06 April 2012

sudah 21.090.000! lihat jarak bayarannya, begitu berhimpit. dekat sekali.. pernah berfikir bagaimana cara berlianmu yang sudah 58 tahun membanting jasadnya untukmu, menghempas keringat hanya untuk makanmu, dan caranya membunuh kantuk agar kau tak menangis? ini hanya sebagian kecil dari 19 tahun kau hidup ahdha. berarti 18 tahun yang lalu, kau kemana saja? menikmati hedonisme dalam hidup? menikmati kehidupan nisbi ini? perfect skali ahdha! apa kau mau menangis, meratap, menggaruk tanah kembali untuk kedua kalinya setelah filusufmu reinkarnasi di alam kubur sana?

apa kau pernah tahu lembaran uang yang kau genggam saat ini atas siapa? ada harapan apa dibalik uang yang kau genggam saat ini? ada cinta yang seperti apa dibalik pulsa yang mengalir di ponselmu setiap harinya? pernah berfikir sedetail itu? sudahlah, 19 tahun bukan waktu untuk menangis dan meratapi kesalahanmu yang dulu.. hanya bernostalgia sesaat, bahwa kau juga pernah menjadi setan seseorang yang ngedan untuk 18 tahun hidup disini. di atas butir tanah yang mengeras ini.

apa IPmu cumlaude? kemelut iya.. hahaha. ah sudahlah, ini sekedar tulisan hanya sebuah tulisan yang ingin kubuang. selama ini sepertinya aku selalu menjadi recycle bin, maka akan ada saatnya ketika tempat sampah menjadi sampah. bisa mengganti apa aku ini untuk ibu? 

ya, mom. aku minta kesabaranmu lagi, tunggu aku ya. tunggu, jangan pergi dulu sebelum kau lihat aku pulang. mom, can i get what i didn't get before? bisa?

menunggu waktu yang ditunggu.

Rabu, 16 November 2011
menunggu adalah salah satu cara dimana kau harus melatih kesabaranmu
menunggu adalah salah satu cara dimana kau harus menjadi toleran dengan apa yang ditunggu..
menunggu adalah salah satu cara dimana kau harus mencari cara agar kau tidak bosan menunggu
menunggu adalah satu cara dimana kau harus tahu, mengapa kau menunggu hingga saat ini.
menunggu adalah satu cara dimana kau harus mengingat, kau juga pernah membuat yang lain menunggu dirimu.
menunggu adalah salah satu cara dimana kalah kau tahu, hampir tak semua orang suka menunggu
menunggu adalah salah satu cara dimana kau diuji tentang kekuatan tersenyum
menunggu adalah salah satu cara dimana kau harus melumpuhkan "setan" didalam dirimu
menunggu adalah salah satu cara dimana kau harus mempersiapkan diri ketika yang ditunggu telah hadir

dan menunggu adalah salah satu cara untuk mengetahui bahwa ternyata menunggu tak selamanya menjadi lebih buruk dibandingkan yang ditunggu.

ikhlas tidak perlu menunggu.

Minggu, 05 Juni 2011
June 6th, 2011 (2:00 PM)

larut sudah malam ini. jubah hitam telah memeluk bumi yogyaku saat ini. dan banyak hal dalam benakku yang meminang diri ini untuk ditulis. tema malam ini entahlah, tentang ikhlas mungkin. simpel sebenarny, ikhlas. tapi melakukanny? butuh tangisan, marah, egoisme, dan semuanya harus diagungkan untuk tidak membiarkan diri ini dinaungi rasa "ikhlas".

menahun aku bermasalah dengan hal ini. dalam tulisan, begitu mudahnya aku mengemukakan semua hal tentang ikhlas.tapi menjalaninya? ampun-ampunan.. egois ini begitu diagungkan untuk setiap masalah. aku begitu terlihat "manusia" ketika diminta ikhlas oleh hatiku sendiri.

ketika kau tahu kau begitu marah akan satu hal, pikiran buruk, perasaan yang sakit, ego yang memuncak, seprtinya memang terlihat sangat "manusia" ya? dan setelah pori-pori ini menyentuh wudhu, dan merendah serendah-rendahnya padaNya, dan semua terlihat lebih waras ketika aku menjalaniny.

ketika Allah meminta ayahku untuk kembali. ikhlas? rabb, begitu berat rasanya. jauh dari kata ikhlas. rela, tapi belum ikhlas sepenuhnya. melihat orang disekitarku yang benar-benar merasa ditinggalkan olehnya. melihat adikku yang hanya sempat 7 tahun 1 bulan 24 hari bersama dengan dirinya, dan melihat ibuku menopang bahtera ini seorang diri. god, it's too fast.. berhari-hari nalar ini bermain, sampai pada satu saat dengan gampangnya otak ini memantik, andaikan Allah bicara padamu ahdha, "lalu kapan saatnya kau ikhlas kehilangan ayahmu?" ya. pertanyaan simpel sebenernya. banyak hal yang memintamu untuk lebih bijak dikemudian hari. thanks god.

ketika mulut ini penuh dengan nama penduduk kebun binatang untuk setiap masalah yang selalu datang, sepertinya "mati" begitu cepat terlintas untuk memancing menjadi salah satu jalan keluar. "manusia" banget ya! jadi inget slah satu deskripsi sebuah "masalah" dari salah seorang dosen yang didapatkannya dari seorang teman. kira" sperti ini, "masalah itu kya batu bata, kalo kamu pinter, ya batu bata itu kamu tangkep, terus disusun, semakin banyak kamu dapet batu bata, semakin mungkin kamu menyusun sebuah tembok untuk melindungimu dari lemparan batu bata" simpel ya. bermakna, seakan-akan begitu ikhlas menerima masalah, terus diolah biar jadi keuntungan..

dan ketika cinta mendatangimu dan meninggalkan sebuah perkara.. hm.. ayolah, bangun-bangun. wake up!! kau yang memiliki hatimu sendiri, kau harus berjuang untuk dirimu sendiri, dan kau penentu hidupmu sendiri. lalu air matamu harus ditentukan oleh orang lain? itu menyedihkan. jangan siksa hati dan dirimu untuk tidak merdeka dengan hidupnya sendiri. biarkan kau yang menentukan perasaan dan snyuman yang tergores. hal-hal seperti itu tidak akan berpengaruh besar ketika kau begitu kokoh untuk angin yang meniup. apa tidak ada keinginan untuk mengubah tiupan angin itu menjadi sebuah elusan halus dihatimu?

begitu banyak cara untuk tersenyum, membuat dunia ini menjadi lebih indah. membuatnya menjadi lebih halus dan peka akan setiap kejadian, dan menjadi "manusia yang ikhlas". wajahmu terlihat jauh lebih manis dengan senyum yang terlukis. dan dunia menjadi pantulan senyum indahmu. tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum bersamamu. peluk erat mereka, pertahankan, dan melangkah bersamanya.

berawal dari sebuah titik. dan bentuklah apapun yang kau inginkan. :)

bangkitlah..

Jumat, 08 April 2011
ketika kau merasa kau paling hina dibumi ini, bangkitlah dan tersenyum karena kaulah orang terbaik yang merasakan hidupnya yang hina dengan tersenyum. berniat merubah? bangkitlah dan temukan bahwa kau begitu diharapkan untuk membuat dunia ini jadi sempurna

ketika kau merasa kau paling jelek dibumi ini, bangkitlah dan tersenyum karena kaulah orang terbaik yang merasakan nasib yang jelek dengan tersenyum. berniat merubah? bangkitlah dan temukan bahwa kau begitu diharapkan untuk membuat dunia ini jadi indah

ketika kau merasa kau paling miskin dibumi ini, bangkitlah dan tersenyum karena kau lah orang terbaik yang merasakan hidup yang miskin dengan tersenyum. berniat merubah? bangkitlah dan temukan bahwa kau begitu diharapkan untuk membuat dunia ini menjadi lebih kaya karenamu.

ketika kau merasa kau paling bodoh dibumi ini, bangkitlah dan tersenyum karena kau lah orang terbaik yang merasakan hidupmu dengan tersenyum. berniat merubah? bangkitlah dan temukan bahwa kau begitu diharapkan untuk membuat dunia ini menjadi lebih cerdas karenamu.


kau diharapkan untuk bangkit dan tersenyum. karena kau yang akan membangkitkan dan menggores senyum di kehidupan orang lain. tersenyumlah, dan dunia akan tersenyum padamu. karena kau begitu diharapkan.

harapan itu tak pernah putus

Rabu, 06 April 2011
Harapan itu tak pernah putus, hilang dan pergi..


bolehkah aku berharap? berharap negeri ini menggapai kejayaannya dimasa silam. merengkuh tiap sudut kota dengan kesejahteraan yang pernah ada. selalu ada senyum yang menyambut ketika singgah dimanapun kita berada.

boleh aku berharap? berharap kejahatan ini tidak menyengsarakan orang banyak. menjalar kesetiap rakyat, berakar, dan akhirnya menjadi budaya di setiap tahunnya. kejahatan memang tidak akan pernah berhenti, tapi bolehkah aku berharap kejahatan ini berkurang?

boleh aku berharap? berharap setiap kebaikan yang ada selalu mengalir dan berhembus kesegala ruang dan makhluk yang ada dinegeri ini. menggeser senyuman mereka untuk menjadi lebih ikhlas menjalani hidup. mengejar "sesuatu" yang mereka nantikan di dunia lain nanti..

boleh aku berharap? berharap setiap cinta pada sesama muncul, dan menggelitik setiap gerak-gerik ini untuk terus menjadi tersenyum karena kesetiaan itu. menggerakkan setiap sendi jari ini dan tubuh ini untuk terus menopang mereka yang tak sanggup menginjakkan kaki rapuhnya dinegeri yang rapuh ini.


boleh aku berharap? berharap untuk setiap harapan mereka yang tak pernah putus untuk terus hidup layak. berharap untuk terus bernafas dan merasakan bahwa mereka pernah hidup dan memperjuangkan hidupnya dengan tangan yang berpeluh, kaki yang melepuh, dan harapan untuk hidup yang nyaris luntur.


boleh aku berharap? berharap untuk setiap doa mereka yang menjadikan negeri ini lebih baik, doa yang selalu mereka kirim tanpa pernah putus untuk sebuah kehidupan yang lebih baik. perbedaan yang menjadikan satu dan senyum yang selalu tergores untuk harapan negeri ini.


boleh aku berharap? berharap mereka masih punya harapan yang masih ingin mereka kejar untuk hidup ini. harapan yang meminta bahwa mereka ada. harapan yang berharap dan meminta mereka untuk terus bernafas dalam hidup ini. harapan yang terus ada untuk kebaikan yang akan merengkuh setiap niat baik mereka. harapan yang selalu menanti mereka untuk bertemu. harapan yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik untuk mereka.. kesejahteraan yang masih berupa sebuah peti tanpa ada yang tahu kuncinya dimana. kebaikan yang menjadi barang langka untuk setiap ketukan hati mereka dan mata yang selalu menerawang jauh ketika berharap..


apa masih boleh kami berharap?


Rabb, mudahkan usahaku untuk mereka. mudahkan aku untuk terus membuat sebuah guratan senyum dibibir dan hati mereka. mudahkan usahaku agar mereka masih punya senyum manis untuk tersenyum dan berharap bahwa masih ada harapan untuk merengkuh kehidupan yang lebih baik, nanti..


karena harapan, mereka masih hidup. dan mereka terus hidup karena diharapkan..